Postingan

NILAI DAN PERAN GURU PENGERAK

Gambar
  https://youtu.be/CVKaeLp1OEw Selamat datang dalam Modul “ Nilai-nilai dan peran guru penggerak ”. Modul ini akan mengeksplorasi mengapa dan bagaimana nilai-nilai diri dari seorang guru terkait dengan penumbuhan dan pelestarian budaya positif. Mengapa demikian? Dunia kini sudah semakin tanpa batas, teknologi telah berhasil menghilangkan jarak. Pertukaran budaya baik yang positif maupun negatif kini menjadi sukar terawasi dan tanpa filter. Filter tersebut diharapkan dapat ditumbuhkan sejak dini dalam setiap diri manusia Indonesia agar budayanya tidak tergerus oleh budaya lain yang lebih agresif melakukan penetrasi. Oleh karena itu, sebagai pendidik, kita dipaksa untuk berpikir kembali mengenai makna dan tujuan pendidikan kita. Kita semua mengalami fenomena pandemi COVID-19 sejak permulaan tahun 2020. Secara fisik sekolah dan kelas diadakan dari jauh, namun sebetulnya jika dipikirkan ternyata kelas-kelas ini justru mendekat dan masuk ke rumah-rumah murid kita di masa pandemi ini. Pa...

Metode Montesori, Frobel dan Taman Anak Permainan Anak Adalah Pendidikan

Gambar
  Barangkali pembaca sudah pernah mendengar, bahwa dalam Taman Siswa diadakan kelompok Taman Anak, yang di HIS sama dengan Voorklas, Kelas 1, II dan III. Sementara, kelompok yang kedua dinamakan Lagere School (Taman Muda), yaitu mulai kelas 4 sampai 7 jika menurut aturan HIS. Kedua kelompok tersebut mempunyai ketua sendiri-sendiri,. Metode pengajaran yang digunakan pada keduanya juga berdea. Umpanyanya, pengajar di Taman Anak semunya adlaah guru wanita (sontrang/mentrik). Sebab, rasa batin anak kecil (kecintaan, tasa takut, bangga, manja) masih tertuju kepada Ibunya sehingga anak-anak tersebut masih sehati dengan pendidik wanita. Adapun pada HIS kelas yang tinggi, anak-anak kebanyakan sudah berlagak seperti laki-laki dewasa dan suka bergaul dengan bapaknya. Oleh karena itu, mereka harus dididik oleh guru laki-laki. Selain itu, mata pelajaran di Taman Anak tersebut dikonsentrasikan pada pelajaran Latihan panca indra. Sebab, mendidik anak kecil itu bukan atau belum memberikan pengeta...

Dasar Dasar Pendidikan

Gambar
  1. Arti dan Masksud Pendidikan Kata ‘Pendidikan’ dan ‘Pengajaran’ itu seringkali dipakai Bersamasama. Sebenarnya gabungan kedua kata itu dapat mengeruhkan pengertiannya yang asli. Ketahuilah, pembaca yang terhormat, bahwa sebernarnya yang dinamakan ‘pengajaran’ (onderwijs) itu merupakan salah satu bagian dari Pendidikan. Maksudnya, pengajaran itu tidak lain adalah Pendidikan dengan cara memberi ilmu atau berfaedah buat hidup anak-anak, baik lahir maupun batin. Sekarang saya akan menerangkan arti dan maksud Pendidikan (opvoeding) pada umumnya. Dengan sengaja saya memakai keterangan ‘pada umumnya’, karena dalam arti khususnya, Pendidikan mempunyai beragam jenis pengertian. Bisa dikatakan bahwa tiap-tiap aliran hidup, baik aliran agama maupun aliran kemasyarakatan mempunyai maksud yang berbeda. Tidak hanya maksud dan tujuannya yang berbeda-beda, cara mendidiknya juga tidak sama. Mengenai keadaan yang penting ini, saya kan menerangkan secara lebih luas. Walaupun bermacam-macam maksud...

Refleksi Diri Tentang Pemikiran Ki Hadjar Dewantara Tanggapan Reflektif

Gambar
  Asas Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Ki Hadjar Dewantara (KHD) membedakan kata Pendidikan dan Pengajaran dalam memahami arti dan tujuan Pendidikan. Menurut KHD, pengajaran  (onderwijs)  adalah bagian dari Pendidikan. Pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan Pendidikan (opvoeding) memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Jadi menurut KHD (2009),    “ pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya ”. Pendidikan adalah tempat persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. KHD memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab maka pend...

Pendahuluan Modul 1.1.

Gambar
  Secara umum, profil kompetensi Guru Penggerak yang ingin dicapai dari modul ini adalah:  CGP mampu memahami filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan melakukan refleksi-kritis atas korelasi nilai-nilai tersebut dengan konteks pendidikan lokal dan nasional pada saat ini.  CGP mampu menjalankan strategi sebagai pemimpin pembelajaran yang mengupayakan terwujudnya sekolah sebagai pusat pengembangan karakter dengan budaya positif. CGP mampu mengembangkan dan mengkomunikasikan visi sekolah yang berpihak pada murid kepada para guru dan pemangku kepentingan. Secara khusus, modul ini diharapkan dapat membantu Calon Guru Penggerak untuk mampu: mendemonstrasikan pemahaman terhadap Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan relevansinya terhadap konteks Pendidikan Indonesia saat ini dengan membandingkan penerapan pendidikan abad 21 pada konteks lokal (budaya) di tempat asal mereka  menerjemahkan konsep Merdeka Belajar ke dalam tataran implementasi sesuai konteks lokal (buda...

Program Pendidikan Guru Penggerak

Gambar
PGP bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan dan pedagogi guru sehingga dapat menghasilkan profil guru penggerak sebagai berikut: mengembangkan diri dan guru lain dengan refleksi, berbagi, dan kolaborasi; memiliki kematangan moral, emosional, dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik; merencanakan, menjalankan, merefleksikan, dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan orang tua; mengembangkan dan memimpin upaya mewujudkan visi satuan pendidikan yang mengoptimalkan proses belajar peserta didik yang berpihak pada peserta didik dan relevan dengan kebutuhan komunitas di sekitar satuan pendidikan; dan berkolaborasi dengan orang tua peserta didik dan komunitas untuk pengembangan satuan pendidikan dan kepemimpinan pembelajaran. Manfaat Pendidikan Guru Penggerak adalah sebagai berikut:  bergeraknya komunitas belajar secara berkelanjutan sebagai tempat diskusi dan simulasi agar guru dapat menerapkan pembelajaran aktif yang sesuai deng...

Refleksi Aksi Nyata 1

Gambar
Artikel Latar Belakang “ Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya   kodrat itu. ” Ki Hajar Dewantara Pencapaian keberhasilan siswa hanya dilihat dari sudut pandang kognitif saja tanpa memperdulikan aspek lain dari siswa. Sekolah dan guru masih melihat siswa sebagai objek tanpa memperdulikan apakah siswa suka ?, apakah siswa mengerti ?, apakah siswa berminat atau tidak ?, apakah siswa paham atau tidak ? Fokus utama masih terletak pada menghabiskan muatan materi kurikulum, materi dihabiskan menurut jadwal yang sudah ada di dalam program semester dan program tahunan yang telah dibuat oleh guru. Oleh karena itu guru dikejar target penuntasan materi pelajaran yang telah ditetapkan oleh kurikulum. Tanpa perduli pada tumbuh kembang siswa, tanpa peduli pada bakat kodrat alam siswa. Sehingga banyak siswa yang tidak mampu mengikuti mata pelajaran yang disajikan oleh guru. Banyak siswa yang bosan ketikan belajar. banyak si...